Selasa, 06 Mei 2008

"pagon under control"

Potongan Transkrip Kemisan, 24/4/2008 (Tentang Pagon) oleh KH Hasan
Abdullah Sahal.

>>>>>>>>>
...Saya tidak mengaku-ngaku sebagai orang yang sholeh, tapi saya
berharap kita semuanya bisa menjadi orang yang sholeh.

Sekarang ini akan ada deklarasi PAGON (Persatuan Alumni Gontor), akan
dideklarasikan hari Sabtu, tanggal 26 April, masuk internet, web,
komputer, net-net dan sebagainya. Katanya Pimpinan Pondok akan datang.
Sudah saya bicarakan disini belum?
Jadi akan ada deklarasi PAGON, la ada IKPM, ini karena apa? Inilah
kita ini sudah berpengalaman sudah kenyang dengan rekayasa. Semuanya
rekayasa, .... rekayasa, .... rekayasa, rekayasa-rekayasa. Gontor!
Anak-anak membut rekayasa supaya seluruh alumni memilih satu presiden
yang dicetuskan oleh PAGON. Pimpinan Pondok akan datang, Pimpinan
Pondok yang mana? Apa saya ini tidak memiliki tampang Pimpinan Pondok?
kayaknya banyak yang gak rela saya sebagai Pimpinan Pondok. .........

"Kita tidak pernah dimintai izin, dimintai restu, dan tidak pernah
merasa diundang, kita sudah kenyang dengan masalah."

(Pimpinan pondok tidak bisa meninggalkan pondok, sedang konsilidasi
meluruskan struktur organisasi yang ada)

Makanya untung pidato akhir kelas 6 IKPM harus diluruskan. Santri dan
alumninya menjadi anggota IKPM pada waktu tahun 62. Maunya IKPM dibawa
menjadi ormas. IKPM itu akhirnya milik pengurus IKPM, pengurusnya
tidak berada sini tapi di Yogya dan Jakarta, kemudian pinginnya
nantinya bisa berada ditengah-tengah parlemen. Punya perwakilan di
Jakarta, dan diangkat menjadi organisasi masa dan ada wakilnya nanti
DPR. Kalu gitu Gontor milik IKPM, IKPM milik Pengurus IKPM, Pengurus
IKPM milik ketuanya atau anggotanya di Parleman, kalau gitu Pondok
yang remuk. Padahal IKPM itu untuk Pondok jangan sampai terbalik. IKPM
untuk Pondok bukan Pondok untuk IKPM.

Peristiwa 19 Maret, KH Idham Kholid ketua BW, mereka pingin BW secara
strukturil diatas Pimpinan Pondok. Bagaimana BW (KH Idham Kholid)
mengatur Pondok. Mereka tidak tahu selama Trimurti masih hidup, selama
Trimurti masih hidup Badan Wakaf hanya sebagai pembantu Pimpinan
Pondok, Pembantu Pondok atau pembantu Pimpinan pondok. Tidak bisa
Badan Wakaf meskipun diatas mencopot pimpinan Pondok karena kenapa?
Karena yang mengangkat mereka Pimpinan Pondok. Makanya saya katakan
berkali-kali yayasan tidak boleh memecat Pimpinan Pondok. Pimpinan
Pondok berhak mencopot yayasan, Pak Arifin memecat saya tidak bisa,
karena Pak Arifin itu yayasan, yayasan pemeliharaan wakaf, pembantu
Pimpinan Pondok, dak seperti yang ada diluar. Kalau mau maju gitu,
Pondok unik, ini unik, memang unik, kalau diluar yayasan memang lebih
tinggi dari pimpinan, lebih tinggi dari direktur, ya apa tidak? Di
pondok yang modern tidak! Yayasan hanya sebagai alat, hanya sebagai
pembantu Pondok untuk mencari dana. Sebab dana itu datang kalau atas
nama yayasan titik ! pak arifin (yayasan) kopel untung berapa? Sini!
Kopda untung berapa? Sini!, KUK untung berapa? Sini! Dak bisa! Yayasan
hanya mencari/mengumpulka n memberi pondok tidak mengambil tidak
mengelurakan kebijakan apa-apa. Kecuali diperintah oleh pimpinan
pondok. Jelas.. Saya ngomong begini kepada seluruh orang-orang yang
ingin mendirikan pondok. Sampai saya katakan yayasan itu menurut mata
saya, untuk mata saya 70% perlu diwaspadai, bukan di husnudzani,
adanya yayasan dalam pondok pesantren bapak-bapak itu menurut saya
perlu diwaspadai, dicurigai daripada dihusnudzhoni.

>>>>>>>>>>>

Silahkan alumni bisa mencermatinya. ...

1 komentar:

putune umar mengatakan...

maaf akhi, saya hendak bertanya..
dari mana anda mendapatkan berita pidato almukarrom yai hasan Abdullah Sahal?